| *Penulis saat
ini Information Assistant di CIFOR-Bogor, Asisten Pengajar di Jurusan Ilmu Perpustakaan
UI, dan aktif di Digital Library Research Group serta sedang belajar Linux & FreeBSD.
Metadata, apaan tuh?
Salah satu konsep yang banyak dibicarakan orang berkaitan dengan pesatnya Teknologi
Informasi (selanjutnya disebut TI) adalah konsep tentang Metadata. Ada banyak definisi
tentang metadata. Ada yang mendefinisikan, Metadata adalah data tentang data. Ada juga
yang mendefinisikan informasi tentang informasi, dan lain-lain. Tapi secara lebih jelas
dapat kita definisikan "Suatu kumpulan/kesatuan informasi, yang menjelaskan suatu
sumberdaya (resource)".
Contohnya?
Contoh gampangnya adalah proses di perpustakaan. Buku di perpustakaan adalah sebuah
sumberdaya. Agar proses penelusuran informasi lebih mudah, maka dibuatlah katalog
sumberdaya (buku) sebagai salah satu media penelusuran. Di setiap katalog tersebut,
dicatat semua data penting tentang sebuah buku (sumberdaya). Data-data penting dari sebuah
buku misalnya: Judul buku, Pengarang/Editor, Tempat & Tahun terbit, Penerbit, ISBN,
Deskripsi Fisik buku, Deskripsi isi/intelektual, dan lain-lain.
Terus...?
Nah, Metadata berbicara dalam konteks sumberdaya yang jauh lebih luas, tidak hanya
sebuah perpustakaan, tapi suatu perusahaan, suatu situs web, atau bahkan suatu negara.
Jadi yang didata tidak hanya sekedar buku, tetapi juga sumberdaya manusianya,
dokumen-dokumennya, proyek-proyeknya, Keuangannya, Layanannya (services), Organisasi, dan
lain-lain pokoknya meliputi semua sumberdaya. Semua catatan-catatan tersebut kemudian
dikumpulkan agar bisa digunakan untuk efisiensi dan efektifitas.
Melihat sifat Metadata yang sangat kontekstual (tergantung bentuk sumberdaya), maka
bisa saja terjadi ada banyak standar Metadata yang digunakan, tergantung bentuk
sumberdayanya seperti apa. Metadata untuk Organisasi PT Bursa Efek Jakarta tentu akan
berbeda dengan Metadata untuk Pertamina (walaupun dalam banyak hal akan punya banyak
kesamaan). Metadata untuk sumberdaya elektronis juga akan berbeda. "Dublin Core
Metadata" adalah salah satu contoh standar Metadata untuk sumberdaya elektronis.
Apa tujuannya?
Tiga tujuan Metadata adalah:
1. "Mengkatalog" sumberdaya dengan tujuan efisiensi dan efektifitas
pengadaan, pengolahan, pemanfaatan dan inventarisasi sumberdaya dalam organisasi.
2. Menjelaskan detail dari beragam bentuk sumberdaya dan cara memanfaatkannya dalam
organisasi.
3. Metadata yang baik juga bisa menjadi salah satu bentuk transparansi organisasi
kepada pegawainya, pemegang saham atau bahkan pelanggannya.
Hubungannya dengan TI?
Kenapa Metadata makin "ngetop" bersamaan dengan pesatnya TI? Sebenarnya,
secara konsep, Metadata tidak mensyaratkan adanya TI. Majunya TI memang bisa memacu
efisiensi dan efektifitas organisasi. Karena dirasa banyak manfaatnya bagi organisasi maka
usaha-usaha untuk lebih memaksimalkan TI terus berkembang. Banyak kemudian diantara
usaha-usaha tersebut mensyaratkan adanya semacam katalog organisasi yang baik (Metadata).
Selain itu juga, konsep metadata akan terasa lebih mudah diimplementasikan menggunakan TI.
Manfaat praktis?
Bagaimana pemanfaatan praktis Metadata untuk organisasi? Ada banyak cara untuk
menggunakan Metadata bagi efektifitas dan efisiensi organisasi. Contoh, sistem kearsipan
organisasi. Sistem kearsipan yang baik harus memperhatikan Standard Operation of Procedure
(SOP) dan struktur organisasi. Metadata bisa memperlihatkan gambaran umum SOP dan struktur
organisasi serta sumberdaya apa yang tersedia di organisasi.
Contoh lain pemanfaatan Metadata adalah Intranet Perusahaan. Dari pengalaman penulis
dalam membuat beberapa proyek Intranet di beberapa organisasi, langkah yang paling sulit
bukanlah masalah teknologinya. Tetapi yang paling sulit adalah mengumpulkan informasi apa
saja yang tersedia dalam organisasi, bagaimana proses terjadinya informasi, apa hubungan
antar informasi dengan berbagai departemen/divisi, siapa yang berhak mengeluarkan
informasi tertentu, dan lain-lain. Apalagi bila informasi yang ada berkembang dalam
hitungan jam atau bahkan detik. Metadata bisa membantu memetakan informasi dalam suatu
organisasi.
Knowledge Management
Contoh aktual lain pemanfaatan Metadata adalah konsep Manajemen Pengetahuan (Knowledge
Management). Konsep ini berkembang dari kenyataan bahwa dimasa sekarang dan dimasa depan,
aset utama sebuah organisasi agar mampu berkompetisi adalah aset intelektual/pengetahuan
bukan aset kapital. Untuk itu, organisasi membutuhkan bukan lagi sekedar Basis Data
(Database) tetapi Basis Pengetahuan (KnowledgeBase) yang baik. Basis Pengetahuan baru bisa
terbentuk bila organisasi tersebut mengetahui apa saja sumberdaya yang mereka miliki dan
apa saja yang bisa dimanfaatkan serta bagaimana melakukannya.
XML (Extensible Mark-up Language)
Contoh aktual lainnya lagi adalah teknologi XML (Extensible Mark-up Language) di
Internet. XML secara konseptual berbeda dengan HTML (Hyper-Text Mark-up Language). HTML
berhubungan dengan bagaimana memformat dokumen untuk ditampilkan didalam situs web,
sedangkan XML berbicara bagaimana agar informasi dalam suatu situs web dapat dikelola
dengan baik sehingga temu kembali informasi menjadi lebih efektif. Dalam pembuatannya, XML
jauh lebih sulit daripada HTML. Selain masalah sintaks-nya yang lebih rumit, langkah
paling sulit dalam membuat XML adalah tahap awal, yaitu membuat metadata-nya terlebih
dahulu. Dalam istilah teknis XML, metadata tersebut dinamakan DTD (Data Type Definition).
Linux, apa hubungannya dengan Metadata?
Sebenarnya antara Linux dengan Metadata tidak ada hubungan langsung. Perkembangan
teknologi dan konsep yang didasarkan pada konsep metadata seperti teknologi XML dan konsep
Knowledge Management telah membuat teknologi Internet semakin dibutuhkan oleh banyak orang
untuk efisiensi dan efektifitas pekerjaan. Nah, disinilah banyak peluang untuk Linux agar
semakin digemari oleh banyak orang. Caranya? tentu dengan cara membuat aplikasi-aplikasi
yang berbasiskan teknologi tersebut. Midgard Project adalah salah satu proyek pengembangan
aplikasi yang didasarkan konsep Knowledge management dan dibuat menggunakan teknologi
PHP3. Kemudian, perlu juga dikembangkan beragam development tools yang memudahkan pemakai.
Misalnya tools XML editor. Akan lebih mudah buat pemakai, misalnya, membuat dokumen XML
dengan editor khusus XML dibandingkan memakai vi.
|